BUNTOK BBN - Diduga mengalami gangguan pernapasan akibat terhirup asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), seorang bayi berumur 6 bulan berinisial SH meninggal dunia di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Jaraga Sasameh Buntok, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu (10/10/26) pukul 17.00 WIB.
Bayi perempuan yang merupakan Warga Desa Kalahien tersebut, dilarikan ke IGD karena sudah sebulan mengalami sesak nafas dan batuk, hingga kondisinya semakin memburuk.
Saat dikonfimasi Plt Kepala Dinas Kesehatan Barsel, dr. Dadang Baskoro Nugroho, Sp.PD, FINASIM membenarkan bayi tersebut datang ke IGD dalam kondisi sesak nafas dan kejang-kejang.
"Pada pukul 14.00 WIB pasien datang ke IGD dengan kondisi sesak nafas dan kejang. Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, pasien di diagnosis mengalami Pheumonia infeksi paru-paru yang cukup serius," kata Dadang.
Dadang yang juga sebagai Direktur RSUD Jaraga Sasameh Buntok tersebut menceritakan, sekitar 3 jam pihaknya berupaya melakukan tindakan medis untuk menyembuhkan pasien, namun tidak bertahan hingga akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 17.00 WIB di IGD.
"Pheumonia bisa menyerang siapa saja, terutama balita dan lansia serta bagi orang mempunyai faktor komorbid rentan untuk terinfeksi, apalagi kita dalam kondisi seperti ini," bebernya.
Ia menjelaskan, terjadinya Pneumonia ini disebabkan karena banyak faktor salah satunya yakni karena kondisi sekitar yang dialami sekarang menghirup asap tebal, potensinya pasti akan lebih besar, tapi bukan 100 persen faktor dari situ yang menyebabkan pasien meninggal.
"Sesuai instruksi Bupati, kami sudah melakukan pembagian masker, lalu membuat rumah oksigen sebanyak 13 rumah yang tersebar di Barsel, agar bisa dimanfaatkan warga secara gratis. Kemudian bagi pasien-pasien yang dalam kondisi berat di rumah oksigen dan puskesmas, langsung dirujuk ke RSUD Jaraga Sasameh untuk penanganan lebih lanjut," pungkasnya. (Red-1)
