![]() |
| Kepala Kantor Kemenag Barsel H Hairil Saleh AL Zainudin SAP MAP di dampingi Kasubag Tata Usaha Ismiradi SAg saat meresmikan pengunaan Aplikasi Website Resmi dan PTSP Online |
BUNTOK BBN - Rapat Kerja (Raker) Kantor Kementrian Agama Kabupaten Barito Selatan (Barsel) diwarnai dengan Launching Aplikasi Website Resmi dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Online, di Aula Kemenag, Rabu (17/6/2026).
Kepala Kantor Kemenag Barsel H Hairil Saleh AL Zainudin SAP MAP dalam sambutan nya mengatakan, bahwa pelaksanaan Raker Kemenag Barsel telah berjalan dengan lancar sesuai harapan.
Ia juga menekankan, kepada seluruh ASN Kemenag Barsel agar dapat bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Kita sebagai pegawai Kemenag ini buka seperti pegawai atau karyawan kantor lain. Kita ini termasuk publik figur yang setiap gerak gerik nya, kata-katanya selalu jadi perhatian publik. Maka dari itu saat memberikan pelayanan pun, harus selalu berhati - hati dalam setiap tindakan," kata H Hairil.
Terkait dengan peluncuran Aplikasi Website Resmi Kemenag dan PTSP berbasis teknologi Online H Hairil Saleh menjelaskan, bahwa penting nya teknologi masa kini, yang harus di imbangi oleh institusi Kemenag, agar dapat memberikan informasi cepat kepada masyarakat.
"Hal ini kita lakukan, seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi masa kini. Kita siap melayani, secara terpadu satu pintu," ujarnya
Sementara ditempat yang sama Kasubag Tata Usaha Ismiradi SAg menambahkan, Website Resmi Kemenag Barsel dan PTSP Online tersebut, bertujuan untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat dan dapat di akses melalui Aplikasi.
Ismiradi juga menguraikan terkait dengan Program Prioritas Kemenag bahwa pelayanan keagamaan dan pendidikan yang lebih inklusif, modern, serta berdampak langsung bagi masyarakat.
Delapan Program tersebut adalah,
Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan : Memperkuat penguatan moderasi beragama dan memasukkan kurikulum cinta kemanusiaan di lembaga pendidikan.
Penguatan Ekoteologi : Mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan kepedulian terhadap lingkungan dan krisis iklim.
Layanan Keagamaan Berdampak :
Memastikan kehadiran negara secara langsung dalam setiap persoalan keagamaan umat.
Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi : Meningkatkan sistem pendidikan madrasah dan pendidikan agama yang berkualitas.
Pemberdayaan Pesantren : Program pengembangan kemandirian pesantren dan rekognisi lulusan.
Pemberdayaan Ekonomi Umat : Optimalisasi wakaf produktif dan dukungan ekonomi berbasis keagamaan.
Sukses Penyelenggaraan Haji : Peningkatan kualitas layanan dan fasilitas bagi jemaah haji Indonesia.
Digitalisasi Tata Kelola : Transformasi digital dalam pemberian pelayanan publik, seperti perizinan dan administrasi.(Red1)

