BUNTOK BBN - Sejuta tanda tanya besar di tengah masyarakat, terkait pemadaman aliran listrik secara bergiliran, ternyata di sebabkan oleh oleh defisit daya pada Sistem Kelistrikan Wilayah Kalimantan.
Hal ini disampaikan Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) Cabang Buntok Vivin Aprianor saat menggelar Press Release di ruang kerjanya, Rabu (1/6/2026).
Dijelaskan nya secara detail bahwa
defisit daya tersebut terjadi akibat adanya kerusakan pada beberapa komponen peralatan di unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di beberapa lokasi, sehingga kemampuan pembangkit dalam memasok daya ke sistem mengalami penurunan.
Untuk menjaga keandalan dan kestabilan sistem kelistrikan serta mencegah gangguan yang lebih luas, maka kami dari PT PLN (Persero) mengambil kebijakan untuk menerapkan manajemen beban melalui pemadaman listrik secara terbatas dan bergilir pada sejumlah wilayah yang terdampak, termasuk Kabupaten Barito Selatan.
"Sebenarnya kondisi ini tidak berkaitan dengan ketersediaan energi primer, baik gas maupun batu bara. Sebab pasokan energi primer saat ini berada dalam kondisi aman. Untuk gangguan yang terjadi saat ini, murni disebabkan oleh kerusakan teknis pada peralatan pembangkit, " bebernya.
Putra kelahiran Banjarmasin itu juga menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya terus melakukan percepatan pemulihan dengan mengerahkan tim perbaikan yang bekerja selama 24 jam untuk mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain, serta melakukan pengaturan operasi sistem untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik sekaligus meminimalkan dampak kepada pelanggan.
Ia mengakui, dalam proses perbaikan yang masih terus berlangsung di beberapa unit pembangkit, nampaknya telah mulai berangsur pulih untuk kembali beroperasi.
Vivin berharap dalam waktu dekat kondisi pasokan daya dapat segera membaik secara bertahap sehingga manajemen beban dapat dikurangi dan sistem kelistrikan di Kalimantan kembali normal.
"Secara pribadi dan atas nama PLN kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat khusus nya Barito Selatan dan sekitarnya atas ketidaknyamanan ini. Namun kami akan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia agar proses pemulihan dapat berlangsung secepat mungkin, " demikian Vivin Aprianor. (Red.1)
