BUNTOK BBN – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan telah selesai
memberikan pelatihan keterampilan kepada 48 orang peserta di Buntok Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kamis (11/6/2026).
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, karena dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya para pencari kerja dan usia produktif.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Barito Selatan, Sabirin, menyampaikan terima kasih kepada BLK Provinsi Kalimantan Tengah dan BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan Tengah atas sinergi yang telah dibangun dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Menurutnya, berbagai pelatihan yang dilaksanakan BLK memberikan bekal keterampilan yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha yang memiliki berbagai tantangan dan risiko.
“Pelatihan yang dilaksanakan BLK Provinsi Kalimantan Tengah sangat luar biasa karena memberikan bekal keterampilan bagi masyarakat Barito Selatan agar siap menghadapi dunia kerja. Selain itu, peserta juga mendapatkan sosialisasi dari BPJS Ketenagakerjaan terkait perlindungan tenaga kerja,” ujarnya.
Sementara di kesempatan yang sama, Kepala UPT BLK Provinsi Kalimantan Tengah di Buntok, Imelda Teresia, S.Hut, mengatakan bahwa seluruh program pelatihan yang dilaksanakan merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, termasuk Program Kartu Huma Betang Sejahtera yang diinisiasi oleh Gubernur Kalimantan Tengah.
Menurut Imelda, setiap peserta pelatihan secara otomatis didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan guna memberikan perlindungan selama mengikuti pelatihan yang berlangsung selama 25 hari.
“Di dalam anggaran pelatihan memang sudah kami siapkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi peserta. Harapannya setelah pelatihan selesai, peserta dapat melanjutkan kepesertaan secara mandiri karena sudah mengetahui manfaat yang diperoleh,” ucap nya.
Ia menjelaskan, pada gelombang pertama (batch 1) pelatihan yang baru saja ditutup, terdapat beberapa program kejuruan seperti tata rias, komputer, dan kelistrikan. Sementara untuk batch kedua yang dijadwalkan dimulai awal Juli 2026,
BLK akan membuka pelatihan instalasi listrik dan otomotif injeksi.
Imelda juga berharap seluruh peserta mampu memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan untuk meningkatkan kesejahteraan, baik dengan bekerja di perusahaan maupun menciptakan usaha mandiri.
“Harapan kami, setelah menyelesaikan pelatihan ini peserta memiliki keterampilan yang dapat diterapkan di masyarakat, memperoleh pekerjaan yang layak, atau bahkan menciptakan peluang usaha sendiri,” pungkasnya. (Red1)
