![]() |
| Khristianto Yudha, menghadiri puncak Ritual Kematian warga Agama Hindu Kaharingan Wara Nyalimat di Desa Lembeng, Kecamatan Dusun Selatan, Minggu (12/7/2026). |
BUNTOK BBN – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan adat istiadat dan budaya daerah. Wakil Bupati Barito Selatan, Khristianto Yudha, menghadiri puncak Ritual Kematian warga Agama Hindu Kaharingan Wara Nyalimat di Desa Lembeng, Kecamatan Dusun Selatan, Minggu (12/7/2026).
Kehadiran Wakil Bupati menjadi wujud dukungan pemerintah daerah terhadap masyarakat yang terus menjaga tradisi leluhur sebagai bagian dari identitas budaya Kabupaten Barito Selatan.
Dalam sambutannya, Khristianto Yudha menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Lembeng yang dinilai tetap konsisten mempertahankan adat dan budaya di tengah arus modernisasi.
"Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, saya menyampaikan rasa hormat dan penghargaan yang setulus-tulusnya kepada seluruh masyarakat Desa Lembeng yang telah menjaga serta melestarikan tradisi luhur ini. Tidak semua daerah masih mampu mempertahankan adat istiadatnya dengan baik. Karena itu, apa yang dilakukan masyarakat di sini patut kita banggakan dan terus kita wariskan kepada anak cucu kita," ujarnya.
Menurutnya, bagi masyarakat Dayak, ritual adat tidak hanya sekadar menjalankan tradisi, tetapi juga mengandung nilai spiritual, penghormatan kepada leluhur, serta memperkuat ikatan kekeluargaan dan kebersamaan.
"Di dalamnya ada doa, ada penghormatan kepada leluhur, ada cinta kepada keluarga, dan ada kebersamaan yang mengikat seluruh warga. Kita dapat melihat bagaimana masyarakat saling membantu, saling menguatkan, dan bergotong royong hingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik," katanya.
Ia menilai gotong royong dan solidaritas yang tercermin dalam pelaksanaan ritual tersebut merupakan modal penting dalam memperkuat persatuan masyarakat.
"Ketika rasa kebersamaan tetap hidup, maka persaudaraan akan semakin kuat. Ketika adat terus dihormati, maka jati diri daerah akan tetap terjaga," lanjutnya.
Khristianto juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Selatan akan terus memberikan perhatian terhadap pelestarian adat, budaya, dan kearifan lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah.
"Pembangunan bukan hanya membangun jalan, jembatan, atau gedung, tetapi juga menjaga warisan budaya yang menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Barito Selatan," tegasnya.
Menutup sambutannya, Wakil Bupati berharap pelaksanaan Ritual Wara Nyalimat dapat berjalan dengan lancar dan membawa ketenangan bagi keluarga yang melaksanakannya.
"Momentum ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin menghargai keluarga, mempererat tali persaudaraan, menjaga kerukunan, dan terus hidup berdampingan dalam suasana yang damai. Semoga seluruh rangkaian Ritual Wara Nyalimat berjalan dengan lancar, khidmat, dan membawa ketenangan bagi keluarga yang melaksanakannya," pungkasnya. (Har/Red1)
