BINTANG BARITO NEWS

BERITA JELAS PEMBACA CERDAS

DPRD Barsel Minta Evaluasi Lagi Subsidi Rp2,5 Miliar Untuk Perumda Tirta Barito


H Raden Sudarto saat dibincangi awak media baru-baru ini

BUNTOK BBN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Selatan meminta pemerintah daerah untuk mengevaluasi kembali pemberian subsidi anggaran sebesar Rp2,5 miliar kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Barito.
‎Permintaan tersebut pernah disampaikan oleh anggota DPRD Barito Selatan dari PDI Perjuangan, H. Raden Sudarto, usai mengikuti rapat Badan Musyawarah (Banmus) yang digelar di ruang rapat gabungan komisi DPRD setempat.
Kepada media ini, legislator yang akrab disapa H. Alek itu menjelaskan, bahwa rencana pemberian subsidi dengan nilai cukup besar tersebut dipaparkan oleh Kepala Baperinda Barito Selatan dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten yang digelar beberapa waktu lalu di Aula Baperinda.
‎Ia menilai, pemberian subsidi kepada perusahaan daerah perlu dikaji lebih dalam. Pasalnya, Perumda Tirta Barito sebagai perusahaan penyedia air bersih dinilai memiliki sumber pendapatan dari penjualan air kepada masyarakat.
‎“PDAM ini setiap tahun selalu meminta subsidi, sementara mereka menjual air. Perlu dikaji kembali di mana letak kerugiannya. Apalagi di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat saat ini,” ujarnya.
‎Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa sumber utama air yang dikelola perusahaan tersebut berasal dari Sungai Barito, sehingga menurutnya perlu ada penjelasan komprehensif terkait kebutuhan subsidi hingga mencapai miliaran rupiah.
‎Meski demikian, DPRD tidak menolak sepenuhnya dukungan anggaran bagi perusahaan daerah. Namun, dukungan tersebut harus disertai kajian matang serta transparansi penggunaan anggaran agar tepat sasaran.
‎Selain itu, DPRD juga meminta pemerintah daerah memastikan kinerja Perumda Tirta Barito berjalan optimal, baik dari sisi pelayanan kepada masyarakat maupun pengelolaan keuangan yang efisien dan akuntabel.
‎“Di tengah tuntutan efisiensi anggaran saat ini, setiap penggunaan dana daerah harus benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tambahnya.
‎DPRD berharap evaluasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah kabupaten dalam mengambil kebijakan, sehingga pengelolaan anggaran daerah menjadi lebih efektif, efisien, dan tepat guna.
"Coba saja nanti  kita hitung sama-sama, berapa sih jumlah pelanggan Perumda sekarang ini, dan berapa pendapatan kotor pada setiap bulan nya," tukas H. Alex (RED.1).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak